Thursday, March 21, 2013

FULL PERFORMANCE CAPTURE, a new approach to motion capture

Sekitar tujuh tahun setelah “The Casting” yang dikembangkan sekitar tahun 2005, Quantic Dream mencoba kembali bereksplorasi untuk membuat teknologi pada game selanjutnya agar lebih baik lagi. Dari pengembangan ini maka pada 7 Maret 2012 lalu hadirlah “Project Kara”, sebuah tech demo yang selangkah di depan dari pendahulunya. Seperti apa ya bedanya?

(opening tech demo "Kara" by Quantic Dream)

Jika The Casting menggunakan teknik split performance yang harus dilakukan dua kali pengambilan gambar, di sini Kara mencoba menggunakan teknik full performance capture, dimana gerak tubuh, mimik wajah dan suara direkam dalam satu kali pengambilan gambar. Dan seperti The Casting, tech demo Kara ini akan digunakan untuk pengembangan game mereka selanjutnya yaitu “Beyond: Two Souls” yang rencananya rilis pada Oktober 2013 mendatang.

David Cage, CEO sekaligus founder dari Quantic Dream menjelaskan bahwa mereka ingin menampilkan emosi dan performa yang lebih maksimal dari sang aktor ke dalam game. Jika menggunakan teknik split performance, terkadang gerak tubuh saat berakting dan ekspresi wajah memiliki gap atau kurang sinkron karena direkam pada saat yang berbeda.

(full performance capture, merekam mimik wajah dan gerak tubuh secara bersamaan)

Karena itulah Quantic Dream mengupgrade studio motion capture mereka, dimana ketika Heavy Rain direkam menggunakan 28 kamera kini telah bertambah menjadi 64 kamera (wow, padahal katanya satu kamera Vicon untuk motion capture saja harganya bisa sampai puluhan juta). Dengan menggunakan teknik full performance, maka akting dapat ditangkap dengan maksimal. Teknik ini juga telah digunakan pada beberapa film layar lebar seperti Avatar (James Cameron) dan Tintin (Steven Spielberg).
 
(Kara, android yang dianggap gagal karena merasa "hidup")

Kara yang berdurasi sekitar tujuh menit ini berkisah tentang proses pembuatan serta quality check sebuah mass-production android yang seharusnya hanyalah sebuah AI namun memiliki pemikiran bahwa dirinya hidup dan nyata. Sebuah drama fiksi ilmiah yang menyentuh dan emosional, yang tidak hanya mengandalkan performa teknis dan akting, namun juga cerita. Selaku penulis sekaligus sutradara dari tech demo ini, David Cage juga berpendapat bahwa mereka memerlukan aktor yang sebenarnya untuk bisa menampilkan emosi dengan maksimal.

(diperlukan aktor yang sebenarnya agar ekspresi dan emosi dapat tersampaikan dengan baik)

Kara diperankan oleh Valorie Curry, yang memang seorang aktris dari dunia film. Kemampuannya berakting dan penampilannya saat audisi memang sudah menyerupai android, sehingga tidak perlu mengubah bentuk wajah maupun rambut (memang aslinya sudah cantik kok). Dengan teknik mocap kali ini, saya yang penyuka film dan game jadi tambah penasaran seperti apa grafis game Quantic Dream selanjutnya ya? Sampai jumpa di postingan berikutnya.


Lihat video tech demo "Kara" di sini
Lihat video proses pembuatannya di sini

(sumber gambar: screenshot dari video tech demo "Kara" dan video behind the scenenya)

No comments:

Post a Comment