Tuesday, April 2, 2013

[Resensi buku] THE ART OF JOURNEY, cara baru menikmati art book


Sebenarnya saya mau membahas buku ini setelah membahas gamenya lebih dulu sih, tapi karena tugasnya adalah menulis resensi buku, jadi saya bahas sekarang deh. Untuk gamenya sendiri akan saya bahas di beberapa postingan ke depan ya.

Judul: The Art of Journey
Pengarang, Illustrator: Matthew Nava
Penerbit: Bluecanvas, Inc.; 1st edition
Jilidan: Hardcover, 188 halaman
Rilis: September 2012

Buku ini adalah art book dari game berjudul Journey, sebuah game indie dari developer Thatgamecompany yang memenangkan banyak award tahun 2012 lalu. Karena banyaknya respon fan art dari para penggemar gamenya, akhirnya pihak developer pun merilis art book ini. Buku ini berisi artwork dari gamenya mulai dari konsep awal, sketsa, pengembangan, hingga desain akhirnya. Baik dari desain karakter, environment, sampai scheme warna yang digunakan. Ada juga beberapa halaman yang berisi fan art dari penggemar yang ikut ditampilkan.

  
Beberapa preview halaman isinya.
(sumber gambar: Amazon.com)
 
Nuansa warna-warna yang lembut pada gamenya tetap terasa di buku ini. Atmosfirnya pun tetap stunning. Meskipun ada beberapa gambar atau konsep yang tidak ditemui pada hasil akhir game jadinya, namun masih tetap enak dilihat dan masih bisa dijadikan referensi karena itu adalah bukti pematangan ide dari sang artist, hasil dari sebuah brainstorming yang memang diperlukan dalam setiap karya desain.

Salah satunya dapat dilihat desain karakter utamanya. Karena sang penggagas konsep dari game ini yaitu Jenova Chen menginginkan kesan yang universal tanpa terikat unsur budaya manapun, maka Matt Nava sang artist pun mengembangkan desain karakter yang awalnya berkesan ketimuran menjadi berjubah lebih panjang yang sederhana sampai menutupi tangannya, sehingga lebih berkesan misterius dan anonymous.

Pengembangan konsep desain karakter.
(sumber gambar: The Art of Journey - Hardcover Art Book Reveal )

Selain disajikan dengan hardcover eksklusif, yang keren dan unik adalah buku ini disajikan dengan fitur tambahan yaitu AR (augmented reality). Yaitu sebuah fitur yang memungkinkan kita untuk melihat bentuk 3D modelnya dengan menyorot halaman menggunakan kamera smartphone. Bekerja sama dengan Daqri 4D paltform, kita bisa mendownload aplikasi AR viewer nya secara gratis di web-store sesuai OS masing-masing (saat ini baru tersedia untuk iOS dan Android). Wow, jadi tidak hanya gambar-gambar 2D nan menawan saja yang bisa dinikmati, tapi juga tampilan 3D nya yang juga bergerak seperti dalam gamenya.

Beberapa screenshot tampilan fitur AR pada buku Art of Journey.
(sumber gambar: screenshot video Journey AR Viewer)

Sepertinya belum ada art book yang disajikan dengan tambahan fitur AR seperti ini. Tapi jika dibandingkan dengan art book game sejenis yang lainnya, art book ini tidak hanya memuat gambar-gambar dan konsep saja, tapi juga diberikan sedikit penjelasan bagaimana konsep game itu dikembangkan, referensi apa saja yang dipakai, alasan kenapa konsep awal menjadi berbeda dengan hasil akhir, juga kendala selama pengembangan artworknya.

Catatan seperti itu membuat saya tahu bagaimana susahnya membuat artwork yang tepat, karena konseptor dan artworker harus saling memberi masukan. Jadi saya berni nilai 8/10 untuk art book ini. Terakhir, apa kata sang artist tentang buku ini?
“Working in ‘The Art of Journey’ was definitely something that I feel proud of in that… and feel like it’s meaningful to your own life. I hope when you read this book, that you’ll be able to see how much love and work went into this game and take something like that for the next time you play Journey.” – Matthew Nava, Art Director.

Lihat video "The Art of Journey - Hardcover Art Book Reveal" di sini
Lihat video "Journey AR Viewer" di sini


Tuesday, March 26, 2013

BEYOND: TWO SOULS, batas tipis antara game dan film

Setelah Heavy Rain kemarin, saya mau bahas sedikit tentang game terbarunya Quantic Dream nih. Memang belum keluar sih, rencananya baru akan rilis besok 8 Oktober 2013. Tapi karena beberapa trailer dan teaser yang menarik, akhirnya jadi ingin segera saya bahas saja. Seperti apa sih game yang disebut-sebut “blurring the lines between film and gaming” ini? Yuk kita intip.


Judul: Beyond, Two Souls
Genre: Interactive, action-adventure, supernatural sci-fi
Rilis: 8 Oktober, 2013
Platform: PlayStation 3
Publisher: Sony
Developer: Quantic Dream
(beberapa poster teasernya)



Melihat posternya saja sudah membuat saya berpikir, “Seperti poster film-film macam box office ya?” Jarang-jarang ada poster game yang mencantumkan satu nama gedhe di posternya. Dan sepertinya familiar dengan wajah yang terpampang di situ? Siapa ya? Hmm…setelah membaca nama yang tertulis di sana pasti tahu, yap, Ellen Page. Mbak cantik yang kita kenal lewat film Juno ini ternyata menjadi mocap aktor untuk karakter utamanya. Dan aktor film kelas Hollywood lainnya, Willem Dafoe ternyata juga turut andil dalam game ini, keren bukan?

(Ellen Page sebagai Jodie Holmes, Willem Dafoe sebagai Nathan Dawkins)

Dari trailernya, game ini berkisah tentang Jodie Holmes, seorang gadis yang memiliki keterikatan dengan “yang tak kelihatan” bernama Aiden, dan sepertinya ada beberapa pihak yang ingin berbuat sesuatu perihal kemampuannya itu. Sekali lagi Quantic Dream memakai storytelling yang interaktif dan narasi yang sinematik sebagai kekuatan gamenya. Jika Heavy Rain adalah tentang pengalaman bagaimana menjadi seorang ayah yang bertangung jawab, maka Beyond lebih kepada pengalaman tentang kehilangan dan menghadapi kematian, serta apa yang ada di alam lain.

(Beyond: Two Souls E3 trailer)

Belum banyak yang bisa diceritakan tentang game ini karena memang belum rilis. Hanya trailer, behind the scene, beberapa gameplay dan interview yang baru terkuak. Jadi saya akan bahas teknik pembuatannya dari behind the scene saja ya.

Seperti yang dibahas di beberapa post kemarin, Beyond ini dibuat dengan teknik yang sama seperti tech demonya, Kara, yaitu dengan teknik full performance capture. Teknik ini bukan hal yang baru sebenarnya, karena Avatar & Tintin dibuat dengan teknik yang mirip. Yang membedakan adalah jika dalam pembuatan Avatar, aktor harus memakai sebuah helm yang terpasang kamera dan lampu untuk merekam mimik wajah, maka tidak dengan Beyond.

Performance capture pada Avatar, menggunakan helm berkamera.
(sumber gambar: screenshot video behind the scene)

Performance capture pada Beyond hanya menggunakan marker
(sumber gambar: screenshot video behind the scene)

Full performance capture dalam game ini benar-benar sebuah digital acting, dengan lebih dari 90 marker di wajah (yang pemasangannya memakan waktu lebih lama dibanding ketika memasang marker di badan), aktor bisa berakting leluasa tanpa harus merasa tidak nyaman karena memakai helm dengan kamera dan lampu di depan wajahnya selama pengambilan gambar.

Dengan properti shooting berupa environment buatan yang sederhana
(sumber gambar: screenshot video behind the scene)

Lalu, apa pendapat para aktor dan developernya tentang game Beyond itu sendiri?
“I’m having a good time on this, and I think it’s a beautiful story and also curious as we shoot it. One of the challenges of doing this is because the player participates in this scenario, and chooses the character action. The possibility of where the story goes is fantastic.” (Willem Dafoe, trailer interview.)
“An opportunity to do something that completely different and unlike everything I ever done. This is really brand new, and I think that Quantic Dream was doing is really incredible, combining the interactive storytelling with cinematic narrative. As an actor it was an incredibly challenging…” (Ellen Page, Comic Con interview.)
“I’m really not into having 30 minutes long cut scenes in a game and just showing you films, I’m interesting in how you can tell the story through interactivity, how you can be the actor of the experience.” (David Cage, writer and director, Quantic Dream CEO, GamesCom 2012 talkshow.)
Semakin penasaran seperti apa sih Beyond: Two Souls ini? Silakan intip trailernya dan ambil kesimpulan sendiri ya.

Lihat E3 trailer “Beyond: Two Souls” di sini
Lihat 2nd trailer “Beyond: Two Souls” di sini
Lihat behind the scenes “Beyond: Two Souls” di sini

(sumber gambar: beyondps3.com)